KELAHIRAN HAMAS DAN KEMBALINYA SEMANGAT PALESTINE BERKAITAN DENGAN MENGENANG SYEYKH AHMAD YASSIN
Siapa yang tidak mengenal Syeykh Ahmad Yassin, seorang tokoh pejuang garis keras, dan merupakan inspirator dan pemimpin spiritual Hamas, sosok Yassin yang buta, tuli dan lumpuh adalah sebuah perpaduan anatara kelemahan fisik dan kekuatan batin. Meskipun sosoknya yang lumpuh Yassin menjadi spirit bagi seluruh pemuda Palestine.
Mengenang 5 tahun silam, saat Gaza City belum porak poranda seperti saat ini, lebih dari 200.000 orang warga Palestine membajiri jalan di Gaza City. Mereka berbaris, berduyun-duyun menuju tempat pemakaman tokoh Hamas, Syeykh Ahmad Yassin yang syahid terkena serangan rudal helicopter, sehari sebelumnya, berbagai media massa Timur Tengah menuliskan bahwa kumpulan massa itu adalah yang terbesar yang pernah terjadi di Palestine.
Seluruh warga Palestine berduka, berdesak-desakan hanya untuk bisa menyentuh peti mati tokoh kharismatik yang dibalut sehelai bendera Palestine. Di lokasi pemakaman, jenazah Yassin yang diusung melewati pasukan kehormatan yang terdiri dari 400 ornag bersenjatakan peluru kendali antitank.
Pada hari itu juga pemimpin di kawasan Timur Tengah bereaksi. Semua mengutuk tindakan Israel membunuh lelaki yang lahir Juni 1936 di sebuah desa yang kini menjadi bagian Negara Israel. Desa itu bernama Joura-Askhhelon. Presiden Mesir Housni Mubarrak yang geram dengan tindakan Israel membatalkan rencana keberangkatan anggota parlemen Mesir untuk menghadiri peringatan 25 tahun perjanjian perdamaian Mesir-Israel pada 24 Maret 2004 silam, dua hari setelah pemmbunuhan Syeykh Ahmad Yassin.
Dari Najaf, Irak, Ayatullah Agung Ali Al-Hussaini Al-Sistani menyebut pembunuhan Yassin sebagai kejahatan terburuk Israel. Kecaman terhadap Israel juga keluar dari mantan Perdana Menteri Israel, Simmon Peres “Jika saya masih di pemerintahan saya pasti akan mentang pembunuhan Yassin karena hanya akan menuai balas dendam”.
Syeykh Ahmad Yassin gugur pada usianya belum larut benar yaitu 67 tahun, pada usianya 12 tahun, Yassin menyaksikan kekalahan Bangasa Arab dari Israel dalam perang Arab-Israel. (Mungkinkah karena hal ini, Bangsa Arab lantas diam saja seolah tidak berdaya saat Palestine di gempur habis oleh Israel…?) Dari pengalaman perang Arab-Israel itu mebentuk pribadi Yassin muda untuk berjuang demi bangsanya. Seusai sekolah menegah pada tahun 1957-1958, Yassin yang lumpuh dengan keempat anggota tubuhnya langsung memperoleh pekerjaan sebagai guru. Sebelum menjadi guru, Yassin terlebih dulu belajar agama di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Beberapa catatan menyebutkan bahwa Yassin menderita lumpuh total pada usia 12 tahun.
Pada usia 20 tahun meskipun cacat, Yssin muda mulai bersentuhan dengan dunia politik. Waktu itu Yassin ikut berunjuk rasa di jalur Gaza menentang invasi Israel, Inggris dan Perancis terhadap Mesir. Yassin juga tidak pasrah pada keadaan fisikya. Semangatnya untuk terus belajar dan terus aktif di dunia politik, tidak pernah surut. Tahun 1964, keetika melanjutkan studi di Universitas Ein-Shams Kairo,Mesir, ia di deportase oleh pemerintah Mesir karena terlibat oleh gerakan Ikhwanul Muslimin.
Entah ruh apa yang membuat Yassin begitu keras hati untuk terus belajar sambil berjuang. Jarang ada orang lumpuh begitu bersemangat layaknya Yassin muda. Pada tahun 1973, jiwa kepemimpinan Yassin mulai dilihat orang. Ketika itu Yassin mendirikan Organisasi Persatuan Islam yang kelak melahirkan kelompok pejuang Palestine garis keras. Sikap perjuangannya yang dianggap radikal oleh Israel itulah membuatnya keluar masuk penjara.
Pada akhir tahun 1987, Yassin bersama pemimpin Palestine lainnya mendirikan Hamas yang sangat berperan lahirnya gerakan Intifada. Sejak saat itu intensitas konflik antara Hamas dan Israel meningkat pesat di Palestine. Entah berapa banyak jiwa yang melayang karena konflik super keras itu.
Sejak saat itulah, Yassin dianggap sebagai salah satu momok terbesar pemerintahan Israel. Betapa tidak, para pejuang, para pemuda aktivis Hamaslah yang berani menukar nyawa mereka dengan nyawa ratusan tentara dan penduduk Israel yang tewas terkena bom bunuh diri.
Akhirnya pada Oktober 1991 Mahkamah Militer Israel mengganjarnya dengan hukuman penjara seumur hidup dengan tuduhan berlapis sembilan (uppsss kaya iklan Wafer, berapa lapis…ratusan hee). Namun beberapa tahun silam, Yassin dibebaskan dari sel ditukar dengan dua agen Mossad yang diculik Hamas. Sejak saat itu, nyawa Yassin selalu diintai agen-agen Dinas Rahasia Israel, Mossad.
Setelah aksi bom bunuh diri ganda di kota pelabuhan Ashdod yang dilakukan aktivis Hamas, kesabaran Perdana Menteri Israel, Ariel Sharon habis. Pemimpin Israel yang keras kepala ini akhirnya, memerintahkan jajarannya untuk menghabisi Yassin. Ujung-ujungnya tiga rudal yang ditembakan dari sebuah helikopter menghantam Yassin, saat meninggalkan sebuah masjid usai menunaikan shalat Shubuh (Masya Allah biadab betul…aduu aduu ga ikutan dechh)
Sosok Yassin yang buta, tuli, lumpuh, tidak henti dan terus berjuang meski hanya diatas kursi roda, Yassin menularkan jiwa dan semangat patriotiknya kepada seluruh pemuda Palestine. Sewaktu muda Yassin pernah berkata, bahwa Palestine hanya bisa bebas oleh tangan-tangan putra Palestine sendiri, bukan tergantung kebaikan Bangsa atau Negara lain (Yaa Rabb Lindungi Palestine, dan rahmati Syeykh Ahmad Yassin di alam barzah, jadikan kuburnya sebagai taman yang indah, sampai datangnya Yaummul Hissab… Amien^^)
Dikutip dari AL-ZAYTUN No.35